Konsep Dasar Motivasi Belajar

Share: 

Daftar Isi

Kunci Dalam Pengembangan Pendidikan

Halo Sobat Guru. Kita bertemu lagi setelah sekian lama.

Hei Sobat, apakah kalian pernah berpikir apa yang menjadi tumpuan utama peradaban manusia? Ya, pendidikan bisa dibilang adalah tumpuan perabadan. Sejarah telah mengajarkan kita bahwa dengan adanya pendidikan yang baik, peradaban manusia juga berkembang dengan maksimal. Inti dari kondisi pendidikan yang baik umumnya berkaitan dengan kualitas belajar masyarakat.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar kualitas belajar masyarakat membaik. Sudah sejak lama masyarakat Indonesia misalnya, menerapkan Jam Belajar Masyarakat (JBM) yang berkisar antara jam 6 hingga 8 malam. Hal ini dilakukan untuk mengajak masayarakat untuk memfokuskan diri dalam belajar. Upaya lain yang bisa dilakukan mungkin berkaitan dengan perasaan ketimbang hal-hal yang teknis. Misalnya dengan menjaga motivasi belajar.

Motivasi Belajar dan Pentingnya Dalam Pendidikan

Motivasi belajar adalah kekuatan internal yang mendorong individu untuk terlibat dalam aktivitas belajar dan mencapai tujuan akademik. Ini melibatkan dorongan, minat, dan komitmen untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Motivasi belajar merupakan pendorong yang esensial dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan produktif.

Motivasi belajar memiliki peran yang sangat penting dalam meraih hasil belajar yang optimal. Inilah mengapa pemahaman mendalam tentang motivasi sangatlah penting, terutama bagi para tutor dan pendidik Salah satunya berkaitan dengan peningkatan prestasi siswa. Siswa yang termotivasi akan lebih terlibat dalam proses belajar. Mereka aktif mencari informasi, bertanya pertanyaan, dan berpartisipasi dalam diskusi, yang membantu mereka memahami materi dengan lebih baik.

Adanya motivasi belajar yang tinggi juga berpengaruh pada cara berpikir siswa. Hal ini berkaitan dengan mempengaruhi cara siswa mempersepsikan materi pelajaran. Siswa yang termotivasi lebih cenderung melihat materi sebagai menarik dan relevan, yang pada gilirannya meningkatkan kemampuan mereka untuk mengingat dan menerapkan informasi.

Motivasi belajar juga berkaitan dengan pembelajaran yang berkelanjutan. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat cenderung melanjutkan belajar bahkan setelah kursus atau pelajaran selesai. Mereka akan terus mencari peluang untuk memperdalam pemahaman mereka tentang topik tertentu. Lebih jauh nanti akan berpengaruh pada keterampuian mereka. Misalnya keterampilan metakognitif, yaitu kemampuan untuk memantau, mengatur, dan mengatur pembelajaran mereka sendiri. Siswa akan lebih mampu mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kinerja mereka.

Para tutor memiliki peran yang krusial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung motivasi belajar siswa. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi untuk belajar, tutor dapat merancang pengalaman pembelajaran yang lebih efektif dan menginspirasi. Kemampuan untuk mendeteksi tanda-tanda kurangnya motivasi dan meresponnya dengan strategi yang tepat juga merupakan keterampilan penting bagi para tutor.

 

Teori-teori Motivasi Belajar

Meningkatkan dan menjaga motivasi belajar siswa bukan perkara mudah, Sobat. Perlu persiapan yang matang dalam proses tersebut. Sebab hasil terhadap motivasi siswa dipertaruhkan di sana. Dalam memperjelas bagaimana meningkatkan motivasi belajar, ada beberapa teori dari para ahli yang bisa kita pergunakan.

  1. Teori Hierarchy of Needs:

Teori Hierarchy of Needs dikemukakan oleh Abraham Maslow dan menggambarkan hierarki kebutuhan manusia. Ini termasuk kebutuhan fisiologis (makanan, air), rasa aman (perlindungan, keamanan), sosial (interaksi sosial), penghargaan (pengakuan, prestasi), dan aktualisasi diri (pencapaian potensi penuh). Dalam konteks belajar, teori ini menekankan bahwa siswa perlu memenuhi kebutuhan dasar sebelum mereka dapat terlibat sepenuhnya dalam motivasi belajar.

  1. Teori Self-Determination:

Teori ini menekankan pentingnya motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri. Dikembangkan oleh Deci dan Ryan, teori ini mengajukan bahwa siswa yang merasa memiliki otonomi dan kontrol atas pembelajaran mereka cenderung lebih termotivasi. Dukungan untuk otonomi dan pemilihan memiliki dampak positif pada motivasi intrinsik siswa.

  1. Teori Expectancy-Value:

Teori ini menyatakan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh harapan hasil dan nilai subjektif terhadap tugas. Siswa akan cenderung lebih termotivasi jika mereka merasa mereka mampu berhasil dalam tugas tertentu (harapan hasil) dan jika mereka melihat tugas tersebut memiliki nilai yang signifikan bagi mereka (nilai subjektif).

Memahami teori-teori motivasi belajar membantu tutor untuk merancang strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan motivasi siswa. Misalnya, dengan memahami teori Expectancy-Value, tutor dapat merancang tugas yang relevan dengan minat siswa dan menunjukkan nilai praktis dari pembelajaran. Meski begitu kita juga jangan sampai terpaku pada teori secara penuh. Pada berbagai kasus, teori yang apa adanya susah diterapkan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Tutor perlu untuk melakukan penyesuaian tergantung dengan masalah yang dihadapi.

 

Faktor yang Memengaruhi Motivasi Belajar Siswa

Motivasi dalam belajar bisa dipengaruhi oleh banyak hal. Sebuah motivasi tidak serta merta ada dengan sendirinya. Ada beberapa sumber motivasi yang bisa menjadi pemicu utama. Memahami sumber motivasi dan karakteristiknya bisa membuat tutor semakin mudah dalam proses KBM. Beberapa faktor yang bisa memengaruhi motifasi belajar siswa, antara lain:

  1. Kebutuhan Pribadi

Ada banyak hal yang bisa memengaruhi motivasi belajar seorang siswa. Paling sederhana jika itu berkaitan dengan hal-hal yang bersifat pribadi. Umumnya sebuah motivasi belajar dipengaruhi oleh diri siswa itu sendiri. Hal ini berkaitan erat dengan tujuan dia dalam belajar, atau bisa kita sebut dengan kebutuhan belajar. Setiap siswa memiliki alasan tersendiri kenapa mereka harus belajar. Mereka menggunakan alasan itu untuk memompa motivasi mereka.

Setiap siswa memiliki kebutuhan dan minat yang berbeda. Memahami kebutuhan individu siswa dapat membantu tutor merancang pengalaman belajar yang relevan dan menarik bagi mereka. Beberapa siswa mungkin lebih termotivasi oleh tantangan intelektual, sementara yang lain mungkin lebih terlibat dengan tugas yang praktis atau kreatif.

  1. Kondisi Sosial

Pengaruh dari luar jika bisa mengubah motivasi seseorang untuk belajar.  Hal-hal yang berasal dari luar juga bisa berpengaruh pada motivasi belajar. Interaksi dengan rekan sekelas dan lingkungan belajar juga dapat memengaruhi motivasi belajar siswa. Rasa persahabatan, dukungan sosial, dan kolaborasi dalam kelompok dapat meningkatkan rasa keterlibatan dan motivasi siswa.

  1. Pengakuan dan Penghargaan

Motivasi belajar berkaitan erat dengan adanya pengakuan dan pengahrgaan. Terkadang seseorang belajar untuk mendapat pengakuan dari pihak lain. Entah dipuji atau dikagumi, karena alasan itu juga seseorang terus menjaga motivasi mereka dalam belajar hingga mencapai kondisi yang diharapkan. . Pengakuan positif dapat meningkatkan harga diri siswa dan memperkuat motivasi dalam belajar.

  1. Manfaat Materi kepada Kehidupan Nyata

Siswa lebih termotivasi jika mereka melihat keterkaitan antara apa yang mereka pelajari dengan pengalaman sehari-hari mereka. Menunjukkan relevansi materi dengan kehidupan nyata dan potensi manfaat di masa depan dapat meningkatkan motivasi belajar.

  1. Kemandirian dan Otonomi

Memberikan siswa kendali atas pembelajaran mereka dapat meningkatkan motivasi belajar. Siswa yang merasa memiliki otonomi dalam memilih cara belajar dan menetapkan tujuan mereka sendiri cenderung lebih termotivasi untuk mencapainya.

Bersosialisasi menjadi salah satu motivasi belajar seseorang

Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar

Tutor perlu menjaga motivasi belajar siswa. Sayangnya terkadang seorang tutor memiliki kendala. Terutama karena perbedaan posisi antara tutor dan siswa dalam melihat tujuan dari kegiatan KBM itu sendiri. Berikut 5 strategi ampuh yang bisa diambil tutor dalam upaya menjaga dan bahkan mungkin meningkatkan motivasis siswa dalam belajar:

  1. Membuat Koneksi dengan Siswa

Sebagai seorang tutor, membentuk koneksi emosional dengan siswa sangatlah penting. Jadilah pendengar aktif dan tunjukkan minat pada kehidupan siswa di luar kelas. Menunjukkan empati dan pengertian terhadap perasaan dan tantangan mereka dapat membantu membangun hubungan yang positif. Dengan memiliki hubungan yang erat, siswa akan merasa lebih nyaman dalam belajar, merasa didukung, dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

  1. Membuat Pembelajaran Menarik dan Relevan

Sebagai tutor, kreativitas dalam menyajikan materi pelajaran adalah kunci untuk menjaga motivasi belajar siswa. Sajikan materi dengan cara yang menarik, seperti menggunakan video, gambar, atau cerita yang relevan dengan kehidupan siswa. Selain itu, sambungkan materi pelajaran dengan situasi dunia nyata dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Terkadang berkurangnya motivasi belajar bisa disebabkan oleh rasa bosan atas metode belajar yang dilakukan. Dalam hal ini tutor bisa juga melakukan rotasi gaya belajar sesuai dengan kondisi dan suasana hati siswa saat itu. Dengan cara ini, siswa akan melihat pentingnya pembelajaran dan merasa terdorong untuk terus belajar lebih dalam.

  1. Menetapkan Tujuan dan Rencana Belajar Bersama

Bersama-sama dengan siswa, tetapkan tujuan belajar yang spesifik dan realistis. Dengan melibatkan siswa dalam proses penetapan tujuan, mereka akan merasa memiliki tanggung jawab untuk mencapainya. Buatlah rencana belajar yang terstruktur dengan langkah-langkah yang jelas menuju pencapaian tujuan tersebut. Melalui langkah-langkah terukur, siswa akan merasa termotivasi untuk terus berusaha dan melihat perkembangan belajar mereka.

  1. Memberikan Penguatan Positif dengan Umpan Balik Konstruktif

Berikan umpan balik yang positif dan konstruktif atas usaha dan prestasi siswa. Apresiasi mereka ketika mereka berhasil mencapai tujuan belajar atau menunjukkan perbaikan dalam pemahaman mereka. Dengan memberikan pengakuan atas usaha siswa, mereka akan merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkinerja baik. Selain itu, berikan umpan balik yang jelas dan konstruktif saat ada kesalahan atau tantangan. Bantu siswa untuk melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang.

  1. Mengatasi Hambatan dan Tantangan Bersama

Jangan biarkan siswa merasa sendirian menghadapi hambatan dan tantangan belajar. Bekerja sama dengan siswa untuk mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang mungkin mereka hadapi, seperti kesulitan pemahaman atau kurangnya motivasi. Berikan dukungan dan bimbingan, serta cari cara untuk mengatasi rintangan bersama-sama. Dengan bekerja sebagai tim, siswa akan merasa didukung dan termotivasi untuk mengatasi hambatan yang muncul.

Hambatan dan Rintangan: Sebuah Perjalanan yang Wajar

Menjaga motivasi belajar siswa menjadi tantangan tersendiri. Terutama bagi seorang tutor yang berusaha memberikan pelayanan edukasi terbaik mereka.  Sayangnya tidak semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Ada beberapa hambatan yang sering ditemui. Hambatan yang paling umum berkaitan dengan hubungan antara siswa dan walinya. Terkadang proses pembelajaran terhadang karena adanya hubungan yang sedang kurang baik antara siswa dan orang tua siswa. Dalam kondisi seperti ini, langkah terbaik untuk tutor adalah dengan menjaga posisi netral dengan siswa. Coba jadi teman curhat yang baik. Dengarkan keluh kesah siswa dan beri beberapa sudut pandang lain dalam menghadapi masalah yang ada. Kaitan dengan upaya peningkatan motivasi siswa. Meski begitu tetap jaga posisi netral kalian, sehingga tidak terkesan terlalu ikut campur.

Kelelahan juga menjadi salah satu hambatan dalam menjaga motivasi belajar siswa.  Dalam beberapa situasi siswa terlalu lelah dengan kegiatan sekolahnya yang lain. Dalam kondisi seperti ini akan sulit bagi seorang tutor untuk memaksa menjaga motivasi siswa. Salah-salah malah membuat motivasi siswa turun drastis. Dalam kondisi semacam ini coba beri waktu jeda kepada siswa sebelum mulai belajar. Beri sedikit waktu belajar agar siswa mengambil rehat sejenak. Kemudian anda bisa memulai pembelajaran sedikit demi sedikit. Dalam beberapa kasus bisa juga diterapkan Teknik Pomodoro dalam pembelajaran untuk memberi jeda waktu istirahat yang lebih banyak namun teratur.

Dalam hal menjaga motivasi belajar siswa, komunikasi juga menjadi kunci utama. Tutor harus mengerti kondisi mendalam mengenai kondisi siswa. Namun terkadang ada banyak keterbatasan pemahaman kondisi siswa. Dalam hal ini orang tua atau wali siswa menjadi sumber informasi tambahan atas kondisi siswa. Harus ada jalur komunikasi yang terbuka antara tutor dengan orang tua dan wali siswa. Hal ini juga bermanfaat untuk mengantisipasi kondisi atau karakteristik khusus yang dimiliki siswa.

Tantangan yang ada memang terkesan menjadi penghambat utama pembelajaran. Tapi hal ini memang wajar adanya dalam perjalanan seorang tutor. Dalam mengajar hal-hal semacam ini tidak dapat dihindari. Seorang tutor harus bijak dalam menyikapi masalah yang ada, dan berusaha positif menganggap semua masalah yang dihadapi adalah tantangan yang bisa memicu tutor menjadi pengajar yang lebih baik lagi.

 

Kesimpulan

Dalam upaya memperbaiki kualitas pendidikan, menjaga motivasi belajar siswa menjadi kunci utama. Menjaga motivasi belajar bermanfaat untuk menunjang kualitas KBM yang baik. Dengan motivasi belajar yang tinggi, siswa bisa menerima materi dengan lebih baik. Memahami faktor-faktor yang memengaruhi motivasi siswa menjadi kunci utama. Terlebih ketika kita dihadapkan dalam berbagai tantangan yang dihadapkan pada kita. Terbuka kepada siswa menjadi salah satu langkah awal yang baik. Selebihnya dari itu, kita harus mengerti bahwa sebagai tutor bukan hanya soal belajar. Terutama sebagai seorang tutor Eduprima. Kita harus bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih dari yang biasanya. Berikan bukan hanya pengetahuan, namun juga ketulusan dalam mengajar. Sebab apa yang ada di dalam proses belajar itulah yang paling utama.

Sekian dulu Sobat Guru, sampai jumpa di lain kesempatan.