MATERI TKT – KOMPETENSI TEKNIS
MATERI TMG – MANAJERIAL
MATERI TSK - SOSIO KULTURAL
1 of 2

C. Pengendalian Diri

Watak biologis dan tidak dapat lenyap dari jiwa manusia sangat banyak contohnya. Kita juga dapat melihat dalam kehidupan setiap manusia. Misalnya, orang yang karena pendidikannya, keadan dan pengaruh lainnya, seharusnya berbudi dermawan. Namun demikian, jika ia memang mempunyai watak kikir atau pelit, maka ia kan selalu kelihatan kikir, walaupun orang tersebut tahu akan kewajibannya sebagai dermawan terhadap fakir miskin (ini pengaruh pendidikannya yang baik). Semasa ia tidak sempat berpikir, tentulah tabiat kikir orang tersebut itu akan selalu kelihatan. Setidak-tidaknya kedermawanan orang itu akan berbeda dengan orang yang memang berdasar watak dermawan.

Sebagai seorang pendidik, jangan berputus asa karena menganggap tabiat-tabiat yang biologis itu tidak dapat dilenyapkan sama sekali. Memang benar kecerdasan intelligiblehanya dapat menutupi tabiat-tabiat perasaan yang tidak baik, akan tetapi harus diingat bahwa dengan menguasai diri (zelfbeheersching) secara tetap dan kuat, ia akan dapat mengalahkan tabiat-tabiat biologis yang tidak baik itu. Jadi, kalua kecerdasan budi yang dimiliki orang tersebut sangat baik, yaitu dengan memiliki budi pekerti yang baik dan kokoh sehingga dapat mewujudkan kepribadian (persoonlikjkheid) dan karakter (jiwa yang berasas hokum kebatinan), maka ia akan selalu dapat mengalahkan nafsu dan tabiat-tabiat biologis yang tadi dijelaskan.

Oleh karena itu, menguasai diri (zelbeheersching) merupakan tujuan pendidikan dan maksud keadaban. ‘Beschaving is zelbeheersching’ (adab itu berarti dapat menguasai diri), demikian menurut pengajaran adat atau etika.

Budi pekerti, watak, atau karakter merupakan hasil dari bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan.

Konten Pelajaran
0% Selesai 0/2 Steps
Scroll to Top