MATERI TKT – KOMPETENSI TEKNIS
MATERI TMG – MANAJERIAL
MATERI TSK - SOSIO KULTURAL
1 of 2

3. Bertanya Efektif

‘Bertanya’ pada coaching merupakan kemampuan bertanya dengan tujuan tertentu. Bukan sekedar jawaban singkat yang diharapkan, namun pertanyaan yang diberikan dapat menstimulasi pemikiran coachee, memunculkan hal-hal yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya, mengungkapkan emosi atau nilai dalam diri dan yang dapat mendorong coachee untuk membuat sebuah aksi bagi pengembangan potensi diri.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan beberapa bentuk pertanyaan yang sebaiknya kita hindari dalam proses coaching karena bentuk pertanyaan tersebut dapat menghambat keberhasilan coachee dalam proses coaching.

  • Pertanyaan tertutup

Jenis pertanyaan ini hanya kan membuat coachee menjawab dengan Ya dan Tidak, atau hanya berespon dengan 1 kata. Jika pertanyaan coach seperti demikian maka pikiran coachee akan kurang atau bahkan tidak terstimulasi. Coachee akan mendapatkan hambatan dalam mengeksplorasi pilihan dan potens mereka untuk bergerak maju dan membuat aksi.

Jika kita bertanya: ”Apa kamu akan melanjutkan pendidikan ke universitas negeri?”, Murid kita akan cenderung menjawab “Ya” atau hanya mengangguka.

Namun jika kita bertanya, “Apa yang sudah kemu rencanakan untuk studimu setelah lulus SMA?”, murid kita akan terstimulasi untuk memberikan jawaban yang terelaborasi.

  • Pertanyaan yang mengarahkan

Pertanyaan ini seperti menyiratkan jawaban yang kita harapkan keluar dari respon coachee. Kecenderungan seorang guru dalam bertanya adalah dengan memberikan arahan sehingga murid kita mampu menjawab sesuai yang diharapkan. Dalam sesi coaching, peran kita yang sedemikian harus ditinggalkan.

Ingat bahwa dalam coaching, tugas coach adalah memfasilitasi coachee untuk mencapai tujuan yang dia inginkan, bukan yang coach inginkan.

Contoh pertanyaan mengarahkan: “Sepertinya kita perlu mendiskusikan jadwal pelaksanaan kegiatan social yang kamu rancang.”

Pertanyaan alternative: “Dari kegiatan-kegiatan yang akan kita diskusikan saat ini, mana yang perlu kita bahas terlebih dahulu?”

Contoh lainnya: ”Kamu tidak jadi mengambil kursus memasak kan?”

Pertanyaan alternative: “Apa manfaat yang akan kamu dapat jika kamu mulai kursus memasak?”

Scroll to Top