MATERI TKT – KOMPETENSI TEKNIS
MATERI TMG – MANAJERIAL
MATERI TSK - SOSIO KULTURAL
1 of 2

Karakteristik peserta didik : etnik, kultural, status sosial

  • Etnik 

Negara Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya dan kaya akan  etniknya. Namun berkat perkembangan alat transpotasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku dan juga tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk bersekolah, sehingga dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa,seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya.

Implikasi dari etnik ini, pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik.

  • Kultural 

Meskipun kita telah memiliki jargon Sumpah Pemuda yang mengakui bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Namun peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural. Implikasi dari aspek kultural dalam proses pembelajaran ini pendidik dapat menerapkan pendidikan multikultural. Pendidikan multikultural menurut Choirul (2016: 187) memiliki ciri-ciri:

  1. Tujuannya membentuk “manusia budaya” dan menciptakan manusia berbudaya (berperadaban).
  2. Materinya mangajarkan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai bangsa, dan nilai-nilai kelompok etnis  (kultural).
  3. metodenya demokratis, yang menghargai aspek-aspek perbedaan  dan keberagaman budaya bangsa dan kelompok etnis (multikulturalisme).
  4. Evaluasinya ditentukan pada penilaian terhadap tingkah laku anak didik yang meliputi aspek persepsi, apresiasi dan tindakan terhadap budaya lainnya.

Atas dasar definisi dan ciri-ciri pendidikan multikultural tersebut di atas, maka pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolahnya/kelasnya. Misalnya Pak Irwan seorang pendidik disalah satu SMA ketika menjelaskan materi pelajaran dan dalam memberikan contoh-contoh perlu mempertimbangkan keberagaman budaya tersebut, sehingga apa yang disampaikan dapat diterima oleh semua peserta didik, atau tidak hanya berlaku untuk budaya tertentu saja.

  • Status Sosial 

Manusia diciptakan Tuhan dengan diberi rizki seperti berupa pekerjaan,  kesehatan, kekayaan, kedudukan, dan penghasilan yang berbeda- beda. Kondisi  seperti ini juga melatar belakangi peserta didik yang ada pada suatu kelas atau  sekolah kita. Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial ekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di  kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wira usahawan, pegawai  negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan  orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden,  menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala  perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari  keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu,  dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu.

Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk  saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran.  Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan  adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif.

Scroll to Top