Tentang Nasionalisme

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nasionalisme diartikan sebagai paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Menurut pendapat lain, nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, dan nasionalisme juga rasa ingin mempertahankan negaranya.

Berdasarkan uraian tersebut, maka kita bisa membuat pengertian nasionalisme lebih terperinci menjadi sebuah paham yang mengajarkan seseorang untuk mampu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan, sanggup rela berkorban, memiliki rasa cinta tanah air dan kebanggaan menjadi suatu bangsa tertentu dengan tetap memelihara ketertiban dunia demi mengembangkan dan memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.

Makna nasionalisme secara politis merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya.

Apakah Nasionalisme Berlebihan?

Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Kebanggaan dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara tidak berarti kita merasa lebih hebat dan lebih unggul daripada bangsa dan negara lain.

Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsa-nya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya.

Sikap seperti ini jelas mencerai beraikan bangsa yang satu dengan bangsa yang lain. Keadaan seperti ini sering disebut chauvinisme. Sedang dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Kita tidak boleh memiliki semangat nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme) tetapi kita harus mengembangkan sikap saling menghormati, menghargai dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain.

  • Primordialisme = Perasaan kesukuan yg berlebihan.
  • Chauvinisme     = Kesetiaan kepada pihak/keyakinan tanpa mempertimbangkan pandangan lain.
  • Pragmatisme    = Paham yg mengajarkan bahwa yg benar adalah sesuatu yg membuktikan diri sebagai yg benar dengan melihat kepada hasil yg bermanfaat. Contoh = Belajar jadi pintar, kerja untuk kaya.
  • Etnosentrisme   = Paham yg menilai budaya lain dengan standarisasi budaya sendiri, sehingga memandang rendah budaya lain.
Scroll to Top